Neraka

Di bawah Bhurloka, kita akan menemukan tujuh susunan planet neraka. Siapa yang tidak tahu neraka? Neraka adalah tempat yang paling menyengsarakan bagi orang-orang yang berdosa. Jika ada seorang ateis yang sampai di halaman ini, janganlah takut dengan neraka. Tuhan itu begitu maha pengasih. Kita tidak akan dimasukkan ke neraka hanya karena tidak memeluk suatu agama tertentu. Asalkan kita berbuat baik, kita tentu jauh dari neraka. Mungkin di antara kita sering mendengar Raja Yama (dalam tradisi Cina) sebagai penguasa neraka. Di dalam kitab suci Veda, Dewa Yama adalah dewa penguasa neraka. Apabila kita banyak melakukan kejahatan, maka menjelang kematian kita, Yamaduta (para bawahan Dewa Yama) akan menjemput kita untuk dibawa ke neraka.

Bagaimana seseorang dapat sampai di neraka?

Bhagavad Gita 1.43:

utsanna-kula-dharmāṇāṁ manuṣyāṇāṁ janārdana

narake niyataṁ vāso bhavatīty anuśuśruma

O Kṛṣṇa, pemelihara rakyat, saya sudah mendengar menurut garis

perguruan bahwa orang yang membinasakan tradisi-tradisi keluarga

selalu tinggal di neraka.

Bhagavad Gita 14.18:

ūrdhvaṁ gacchanti sattva-sthā madhye tiṣṭhanti rājasāḥ

jaghanya-guṇa-vṛtti-sthṛ adho gacchanti tāmasāḥ

Orang yang berada dalam sifat kebaikan berangsur-angsur naik sampai

planet-planet yang lebih tinggi; orang yang berada dalam sifat

nafsu hidup di planet-planet seperti bumi; orang yang berada dalam

sifat kebodohan yang menjijikkan turun memasuki dunia-dunia

neraka.

Pada umumnya, orang yang melakukan kejahatan adalah orang-orang yang berada dalam kebodohan. Ia tidak tahu sama sekali mengenai pengetahuan hukum sebab akibat. Hal inilah yang mendorong seseorang menjadi jahat hingga ia akan mencapai neraka.

Bhagavad Gita 16.21:

tri-vidhaṁ narakasyedaṁ dvāraṁ nāśanam ātmanaḥ

kāmaḥ krodhas tathā lobhas tasmād etat trayaṁ tyajet

Ada tiga pintu gerbang menuju neraka tersebut – hawa nafsu, amarah

dan loba. Setiap orang waras harus meninggalkan tiga sifat ini,

sebab tiga sifat ini menyebabkan sang roh merosot.

Loba sama dengan rakus, orang-orang yang rakus, tidak mudah puas dengan apa yang ada, juga memiliki banyak kesempatan menuju neraka. Neraka bukanlah tempat suatu golongan manusia tertentu, tetapi bagi mereka yang selalu tenggelam dalam kebodohan dan kejahatan.

Di atas adalah gambaran neraka yang tercantum dalam kitab suci Srimad Bhagavatam atau Bhagavata Purana.

Gambar orang yang memasak daging, menyiksa hewan dan menganiaya orang-orang suci.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s