Karma

2 + 2 = 4

2 + 2 ≠ 0

Mungkin dari logika di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa suatu hasil tidak dapat ditawar. Seperti itulah matematika. Matematika selalu memberi hasil yang pasti yang tidak dapat diubah atau ditawar. Inilah pula yang merupakan dasar dari salah satu hukum alam yaitu hukum karma. Jika kita berbuat dosa, maka kita akan mendapat hukuman. Hukuman tidak bisa ditawar dengan penebusan atau penghapusan dosa. Percaya atau tidak, tahu atau tidak, hukum karma selalu bersifat adil dan tetap. Simak persamaan berikut:

2 + (-1) =

2 + (-1) ≠ 1

Di dalam matematika, memang persamaan di atas adalah salah. Namun, hukum karma memberikan penjelasan yang berbeda. Pendapat umum adalah sebagai berikut: A melakukan 75% kebaikan dan 25% kejahatan, jadi ia sama dengan melakukan 50% kebaikan. Dan menurut timbangan, 75% lebih banyak atau berat daripada 25%, jadi ia mendapat surga, sekali lagi karena menurut timbangan, kebaikannya lebih banyak dari kejahatannya.

Tetapi, dalam hukum karma, kita menemukan sesuatu yang berbeda:

75% kebaikan + 25% kejahatan = 75% pahala dan 25% hukuman. Sekali saja melakukan kejahatan, pasti ada hukumannya. Contoh ini dapat ditemukan pada peristiwa Mahabharata, sebuah cerita yang tidak asing lagi di telinga rakyat Indonesia. Dari Panca Pandawa, hanya Yudhistira yang tidak masuk neraka, sedangkan 4 Pandawa yang lain masuk neraka. Begitu pula dengan lawan dari Panca Pandawa, yang melakukan kejahatan, tetapi mereka masuk surga. Hanya saja, setelah beberapa saat di neraka, 4 Pandawa mendapat surga, dan setelah beberapa lama di surga, Duryodhana mendapat neraka. Ini karena dari kedua belah pihak pernah melakukan kebaikan, dan juga pernah melakukan kejahatan atau keburukan. Itulah contoh hukum karma dengan persamaan: 2 + (-1) = 2 + (-1) ≠ 1.

Dengan memahami hukum karma seperti ini, maka seseorang akan segan melakukan tindakan jahat. Lalu bagaimana orang yang baik tetapi menderita? Atau orang jahat yang hidup senang? Hukum karma terbagi menjadi tiga jenis menurut waktu:

  1. Prarabda Karma yaitu suatu perbuatan yang dilakukan pada waktu hidup sekarang dan diterima dalam kehidupan sekarang juga.
  2. Kriyamana Karma yaitu perbuatan yang dilakukan sekarang di dunia ini tetapi hasilnya akan diterima setelah mati di alam baka.
  3. Sancita Karma yaitu perbuatan yang dilakukan sekarang di dunia ini yang hasilnya akan diterima pada kelahiran (reinkarnasi) yang akan datang didunia ini.

Jadi, ketika kita tidak merasakan suatu manfaat atas kebaikan kita saat ini, kita akan bisa merasakannya di kehidupan mendatang. Atau mungkin kita menemukan orang jahat saat ini, tetapi hidupnya begitu senang, itu adalah hasil atas perbuatan baiknya di kehidupan yang lampau.

Demikianlah penjelasan tentang hukum karma. Tetapi, perjalanan karma seseorang, tidak ada yang tahu kecuali Tuhan. Tetapi, ada satu hal yang perlu digarisbawahi juga. Hukum karma tidak sama dengan takdir Tuhan. Kelahiran atau keadaan seseorang bukan ditentukan oleh Tuhan, tetapi oleh diri sendiri. Diri kita sendiri. Anda ingin berada dalam hidup yang baik? Mulai sekarang, mari kita besama-sama berbuat baik dan benar selalu, tinggalkan segala kejahatan. Memang susah, saya mengakui bahwa saya sendiri masih melakukan tindakan yang tidak baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s